Jelajah More on this category »
Wisata More on this category »
Liburan More on this category »

Ibu Hamil Jangan Sepelekan Anemia

Ibu Hamil Jangan Sepelekan Anemia

BERBAGAI risiko menghantui dalam kehamilan yang dijalani wanita. Salah satu yang patut diwaspadai ialah anemia. Meski banyak dianggap sepele, sebenarnya anemia merupakan gangguan serius yang perlu diantisipasi ibu hamil sejak dini.
Anemia saat hamil

Berdasarkan data Riskesdas 2013, proporsi anemia pada ibu hamil menurut tempat tinggal di Indonesia ialah 37,1 persen. Dan berdasarkan WHO Worldwide Prevalence of Anemia 1993 – 2005, Indonesia termasuk dalam negara dengan masalah anemia pada wanita hamil dengan tingkat keparahan yang tinggi (severe).

Waspadai anemia

Dr. dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI/RSCM mengatakan, anemia merupakan kurangnya sel darah merah dan bukan karena tekanan darah.

"Ibu hamil itu tekanan darahnya rendah kan wajar, kalau tinggi baru berbahaya karena risiko preeklampsia," katanya acara talkshow dan diskusi bertema “Kesehatan Ibu Hamil: Membangun Landasan Bagi Kesehatan Masa Depan" dari Sari Husada di Restoran Kembang Goela, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).

Dr Ocvi menuturkan, ketika sel darah merah terpenuhi dengan baik, maka kehamilan dan persalinan berjalan lancar. "Sel darah merah fungsinya membawa energi dan oksigen, sehingga otot akan lebih berenergi, kontraksi bagus dan bisa lahir cepat," jelasnya. Sel darah merah juga mengandung beberapa ratus ribu molekul hemoglobin yang mengangkut oksigen dan oksigen mengikat pada molekul hemoglobin.

Untuk melancarkan proses tersebut, ibu hamil dapat mencukupi makanan bernutrisi yang mengandung protein. Selain sumber protein, bumil juga perlu memenuhi sumber makananyang mengandung zat besi, asam folat (untuk memperbaiki sel darah merah dan membantu penyerapan protein).

Hal ini penting dipenuhi karena asupan nutrisi ibu hamil di Indonesia masih di bawah rekomendasi. Apalagi, 6 dari 10 wanita hamil mengalami kekurangan mikro nutrein: asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin A, dan zinc.

Perlu diketahui, ketika ibu hamil mengalami anemia maka bumil perlu mewaspadainya karena berisiko pada kehamilannya kelak. Beberapa risiko yang mungkin timbul yakni terjadinya keguguran, pertumbuhan janin terhambat, persalinan lama dan risiko persalinan berbantu alat atau seksio sesarea, gangguan lahirnya plasenta, perdarahan pascapersalinan dan infeksi saat kehamilan, serta pascapersalinan.

"Jadi, biasakanlah untuk mengonsumsi camilan sehat yang rendah lemak dan tinggi protein. Misalnya daripada gorengan lebih baik beralih makanan yang direbus misalnya kacang rebus, seperti edamame," tutupnya.

Sumber : okezone.com

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam

Copyright © 2013. tipsformer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger